Nasib Ribuan Pekerja The Body Shop Beresiko Terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), The Body Shop Bangkrut dan Tutup Gerainya Perlahan!

Sah! – Bangkrutnya The Body Shop

Tutupnya gerai dengan brand ikonik ini menjadi isu hangat belakangan ini.

Tergiringnya the body shop ke dalam jurang kebangkrutan, padahal sudah brand ini sudah menjadi ikonik contoh suksesnya produk yang ramah terhadap lingkungan.

Kenyataannya saat ini the body shop sudah menutup hampir setengah dari gerainya yakni dari 198 gerainya di Inggris.

Kebijakan menurut gerainya ini menyebabkan sebanyak 2000 pekerjanya beresiko dapat dijatuhi PHK!

Apa Faktor yang Menyebabkan Hal ini Terjadi? Apa Pelajaran penting yang dapat kita petik dari kejadian yang tragis ini?

Sejarah Lahirnya The Body Shop

Pada tahun 1976, Anita Raddick adalah wanita yang berkomitmen kuat terhadap upaya-upaya isu menjaga pelestarian lingkungan.  

Komitmen itu juga menjadi faktor membuka pintu pertamanya di bisnis skincare dan toko kecantikan pertamanya yakni “The Body Shop” pertama kali di daerah Brighton, Inggris.

Toko ini bukanlah sekedar toko bisni tetapi ini merupakan bentuk panggilan hati Anita demi dapat menjadga alam melalui produk kecantikan yang ramah terhadap lingkungan.

Akhirnya “The Body Shop” menjadi terkenal hingga ke kalangan dunia global dan menjadi sample yang menginspirasi brand kecantikan serupa lainnya.

Produk-produk the body shop diperkenalkan sebagai produk yang berbahan alami dan diuji melalui proses yang benilai-nilai etis. Latar tokonya yang berwarna hijau juga mencerminkan aksi cinta lingkungan yang sangat kuat.

Citra itu membuat the body shop memiliki citra yang unik dan kuat.

Pasar menyambut dan bisnis ini melaju dengan cepat dibuktikan dengan hadirnya the body shop di kota-kota lain tersebarnya di Inggris.

Hingga hadir di kota-kota lain dalam negara lain seperti mulai dari Brazil dan Australia.

Ini dimungkinkan karena dalam mengembangkan bisnisnya the body shop menggunakan waralaba. Sampai ke era 90-an the body shop berhasil memperkuat posisinya dengan kegiatan sosial yang mereka lakukan.

Diantaranya seperti kampanye melatrang melakukan pengujian kosmetik pada hewan dan kampanye tentang praktek perdagangan yang adil dimana perusahaan harus memberikan manfaat juga bagi komunitas penghasil bahan baku secara langsung.

Kesuksesan the body shop ini mendorong munculnya brand-brand serupa antara lain L’occitane dan Lush yang menunjukkan terkait kesejahteraan dan kebanggaan karyawannya sebagai komitmen kerja etis mereka. 

Selain itu juga muncul Bath & Body Works yang menentang pengujian pada hewan dan memiliki fokus pada isu keberlanjutan.

Kemunculan mereka sedikit banyak tentunya mengikis eksistensi the body shop. 

Menurut Streeter yakni Analis Hargreaves Lansdown mengatakan bahwa para pesaing the body shop telah mencuri perhatian konsumen atas apa yang dulunya menjadi kredensial unik ramah lingkungan yang dimiliki the body shop.

Hal ini yang membuat pasar the body shop menjadi melemah.

Namun, di kemudian hari setelahnya The Body Shop terkena isu “Greenwashing”.

Greenwashing merupakan suatu slogan yang diberikan kepada perusahaan yang mengklaim dirinya menjaga lingkungan tetapi secara bersamaan juga tetap merusak lingkungan. Atau dengan kata lain ini merupakan Teknik pemasaran yang dilakukan suatu perusahaan untuk memperlihatkan bahwa perusahaannya mengatasnamakan produk yang ramah terhadap lingkungan.

Kemudian hal itu yang menyebabkan komitmen The Body Shop menjadi diragukan dan dipertanyakan terkait komitmen menjaga lingkungan.

Pergantian Pemilik The Body Shop

Kemudian akhirnya Anita Roddick menjual the body shop ke L’Oreal pada tahun 2006. Dimana Roddicki menjual perusahaannya ke L’oreal seharga 652,3 Juta Pound Sterling.

Tujuannya supaya bisnisnya terus tumbuh dengan akses sumber daya dan teknologi yang lebih luas. Akan tetapi, Langkah ini menjadi kontroversial.

Hal tersebut disebabkan karena L’oreal dikenal sebagai perusahaan kosmetik besar yang melakukan pengujian kosmetik terhadap hewan.

Sehingga ditakutkan komitmen The body shop tentang etika lingkungan menjadi melemah dengan pengaruh pemilik baru yang berbeda prioritasnya seperti lebih memperhatikan keuntungan dan ekspansi yang kurang memperhatikan lingkungan.

Para kritikus yakin bahwa idealism komitmen the body shop akan melemah terkait perhatiannya terhadap lingkungan.

Kemudian menurut Nathalie Schooling yakni seorang ahli marketing mengatakan bahwa The Body Shop kehilangan arah, anda tidak dapat menutupi mata pelanggan masa kini yang terinformasi. 

Ketika perusahaan berkembang dan melupakan tujuan otentik mereka maka mereka akan kehilangan apa yang membuat merk itu unik. Sehingga pada gilirannya akan menghilangkan rasa hormat dari pelanggan mereka.

Kemudian ketika memasuki era 2010-an munculnya bisnis skincare dan kosmetik bertambah ramai yang munculnya pengecer yang trendy dan lebih murah dan dipasarkan langsung ke konsumen.

Data Nielsen tahun 2022 menunjukkan bahwa the body shop meluncurkan hanya 10 produ7k baru sedangkan pesaingnya meluncurkan 50 produk baru.

Hal ini menunjukkan kurang biasanya the body shop mengikuti perkembangan kebutuhan konsumen dan tren pasar.

The body shop juga tidak berupaya menjangkau konsumen baru atau mempertahankan konsumen yang lama.

Keputusan itu dianggap mencederai prinsip etika lingkungan the body shop akan tergerus oleh prioritas l’oreal yang lebih fokus pada keuntungan                                                                                                                                    

Di tengah kekhawatiran itu, The Body Shop “tersesat’’ dan gagal mengikuti tren pasar, berinovasi dan bersaing dengan brand baru yang lebih responsif.

Tertatih di Tengah Pergantian Pemilik 

Pada tahun 2017, The Body Shop berpindah tangan ke Natura & Co dan disambut baik karena komitmen keduanya pada lingkungan.

Langkah ini direspon positif karena nilai-nilai natura dianggap sejalan dengan The body shop. Anggapan itu benar adanya karena terbukti dengan mendapatkan sertifikasi B Corporation yang menegaskan kembalinya komitmen mereka terhadap tanggung jawab lingkungan.

Namun, persaingan pasar dan pandemi Covid-19 nyatanya menurunkan angka penjualan. Berpindah tangan ke Aurelius, keuangan The Body Shop pun memburuk sehingga menutup hampir separuh toko di Inggris dan berpotensi mem-PHK 2000 Karyawan.

Tumbang Diserang Skincare Murah

Kondisi ekonomi yanh sulit belakangan ini, seperti terjadinya peningkatan angka inflasi dan suku bunga yang tinggi menyebabkan memaksa konsumen untuk memilih suatu produk yang lebih terjangkau harganya daripada produk yang ramah lingkungan.

Gen Z nyatanya lebih menyukai skincare yang lebih terjangkau harganya saat ini. The body shop pernah menghadirkan suatu konsep isi ulang di berbagai tokonya sebagai solusi untuk menekan harga. Namun tetap saja brand unggulan ini tumbang di mata konsumen karena harganya tetap menguras dompet. 

Kunjungi laman berita hukum terpilih yang disajikan melalui website Sah.co.id. Baca berita terbaru lainnya dan kunjungi juga website Sah.co.id atau bisa hubungi WA 0856 2160 034 untuk informasi pengurusan legalitas usaha serta pembuatan izin HAKI termasuk pendaftaran hak cipta. Sehingga, tidak perlu khawatir dalam menjalankan aktivitas lembaga/usaha.

Source:

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/5528091/the-body-shop-inggris-terancam-bangkrut-phk-hantui-2000-karyawan

https://kumparan.com/kumparanbisnis/the-body-shop-di-ambang-kebangkrutan-2-000-pekerja-berisiko-phk-22E3aiQx2mC

https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-6749554/the-body-shop-buka-bukaan-soal-phk-146-karyawan

https://www.liputan6.com/lifestyle/read/5528661/the-body-shop-inggris-terancam-bangkrut-bagaimana-nasibnya-di-indonesia

https://money.kompas.com/read/2024/03/11/210000926/terancam-bangkrut-the-body-shop-tutup-semua-gerai-di-amerika-serikat

The post Nasib Ribuan Pekerja The Body Shop Beresiko Terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), The Body Shop Bangkrut dan Tutup Gerainya Perlahan! appeared first on Sah! Blog.

SOURCE

Recommended
Sah! – Jabatan Kepala Desa memiliki peranan penting dalam penyelenggaraan …